SmartRecon Android Lab
SR
SmartRecon Android Lab
Prototipe closing settlement di tablet outlet
Mode
Frame
Outlet Dago (611) · 5 Juni 2026 · data contoh dari Gherkin
Klik tombol di dalam frame seperti MO
Usulan internal · 30 September 2026

Kenapa Android, bukan chat lagi?

SmartRecon Bot sudah terbukti jalan di Telegram dan WhatsApp untuk closing settlement harian. Yang berubah bukan alurnya, tapi ongkos dan batasan channelnya. Usulan ini memindahkan percakapan yang sama ke app di tablet outlet, dengan rasa pakai yang sama ringannya.

0 pesan berbayarTidak ada biaya per pesan WhatsApp API atau Telegram. Push notification lewat FCM gratis.
1 langkah lebih pendekKonfirmasi catatan hilang, cek blur sebelum kirim, KlikIt belum ketemu langsung dijelaskan.
Bot boleh menyapa duluanTablet mengingatkan saat jam tutup. Di WhatsApp ini dilarang dan sengaja diblok di kode.

Keberatan yang sudah pernah kita dengar

"MO kesulitan kalau pakai selain Telegram atau WA. Form absensi online harian saja tidak jalan."CRK, saat Portal Web ditawarkan

Faktanya benar. Kesimpulannya yang perlu diuji. Absensi dan settlement adalah dua pekerjaan yang sangat berbeda bagi MO, dan bentuk interaksi yang gagal di Portal Web bukan bentuk yang dipakai di sini.

Absensi online (Portal Web)Closing settlement (app ini)
Kalau tidak dilakukanTetap bisa jualan. Tidak ada yang berhenti.Tidak bisa closing. Uang setoran tidak bergerak, upah tidak tercatat.
Bentuk interaksiBuka browser, login, isi form beberapa kolom.Bot bertanya, MO tap satu tombol. Sama persis dengan Telegram sekarang.
Siapa yang memulaiMO harus ingat sendiri.Tablet yang mengingatkan saat jam tutup.
MengetikBeberapa kolom setiap hari.Tidak ada, kecuali kalau mau menulis catatan.

Lima momen, berdampingan

MemulaiSetiap malam
WA / Telegram sekarangMO harus ingat chat "Halo" di jam closing. Bot tidak boleh menyapa lebih dulu.
AndroidTablet bergetar saat jam tutup: "Outlet Dago sudah bisa closing". Tap, langsung mulai. Satu pengingat lagi kalau sejam belum lapor.
Membaca rekapAngka yang paling penting
WA / Telegram sekarangSatu pesan 40 baris. Setoran ada di paling bawah, harus scroll.
AndroidTiga angka besar: Total Penjualan, Upah, Setoran. Rincian per produk tinggal buka kalau perlu.
Ambil upahGerbang KlikIt
WA / Telegram sekarang"Silakan ambil upah sebesar Rp 127.000 dan catat di POS." Kalau KlikIt belum menemukan, kalimat yang sama diulang tanpa penjelasan sampai sepuluh kali.
AndroidDua langkah bernomor dengan nominal dan kata kunci "Upah" ditebalkan. Kalau belum ketemu, dijelaskan kenapa dan harus apa.
Foto buktiTiga kesempatan
WA / Telegram sekarangKeluar ke kamera, balik ke chat, pilih foto, kirim. Foto buram baru ketahuan setelah dibalas bot, dan memakan satu kesempatan.
AndroidKamera dibuka dari app. Buram ketahuan sebelum dikirim. Sisa kesempatan terlihat sebagai tiga titik.
SelesaiSebelum pulang
WA / Telegram sekarangParagraf terima kasih. Instruksi clock out dan akhiri shift tersembunyi di kalimat panjang.
AndroidStruk dengan jam tercatat dan checklist tiga pengingat: clock out, akhiri shift di POS, kembalikan spoil dan waste ke DC.

Yang sengaja tidak diubah

  • Wording bot. Semua kalimat bot dipakai apa adanya, termasuk tujuh pesan error foto. Nada santai tidak diformalkan.
  • Urutan dan gerbangnya. Cek order berjalan, rekap, catatan, gerbang KlikIt sepuluh kali, tiga kesempatan foto, force-accept di percobaan ketiga.
  • Rumus dan output. Upah 12,5%, floor Rp 100.000, piutang, Settlement Sheet, Sheet Upah Harian. Semua tetap dihitung server.
  • Identitas adalah outlet. Bukan orang. Sama seperti nomor WA outlet sekarang, hanya medianya berganti jadi tablet yang diaktivasi sekali.

Seberapa besar pekerjaannya

Backend sudah punya lapisan channel. Telegram dan WhatsApp ditambahkan tanpa mengubah orchestrator, dan endpoint Playground pada dasarnya sudah berupa JSON API untuk client custom. Android menjadi channel keempat. Yang benar-benar baru ada tiga: aktivasi tablet, push notification, dan halaman kode aktivasi di dashboard admin. App Android-nya sendiri satu layar chat dan empat jenis kartu.

Pilot · 5 sampai 20 outletGoogle Play jalur closed testing. Admin kirim satu link, MO tap install. Auto-update, tanpa peringatan sumber tidak dikenal.
Skala · 400+ outletNaik ke production dengan listing tersembunyi. Link yang sama tetap jalan, tablet pilot tidak perlu install ulang.
Tablet hilang atau gantiAdmin tekan "Cabut akses" atau "Ganti tablet". Tablet lama langsung tidak bisa apa-apa.

Yang perlu dikonfirmasi ke CRK

  1. Tiap outlet punya tablet Android yang bisa dipasangi app ini, kemungkinan tablet KlikIt POS.
  2. Tablet punya akun Google supaya bisa install dari Play Store. Kalau tidak, pilot memakai APK dengan pendampingan.
  3. Jam tutup tiap outlet di master data sudah lengkap, karena notifikasi dan window closing bergantung padanya.
  4. Jeda pengingat 60 menit setelah tutup masih draft dan bisa disesuaikan.