Kenapa Android, bukan chat lagi?
SmartRecon Bot sudah terbukti jalan di Telegram dan WhatsApp untuk closing settlement harian. Yang berubah bukan alurnya, tapi ongkos dan batasan channelnya. Usulan ini memindahkan percakapan yang sama ke app di tablet outlet, dengan rasa pakai yang sama ringannya.
Keberatan yang sudah pernah kita dengar
"MO kesulitan kalau pakai selain Telegram atau WA. Form absensi online harian saja tidak jalan."CRK, saat Portal Web ditawarkan
Faktanya benar. Kesimpulannya yang perlu diuji. Absensi dan settlement adalah dua pekerjaan yang sangat berbeda bagi MO, dan bentuk interaksi yang gagal di Portal Web bukan bentuk yang dipakai di sini.
| Absensi online (Portal Web) | Closing settlement (app ini) | |
|---|---|---|
| Kalau tidak dilakukan | Tetap bisa jualan. Tidak ada yang berhenti. | Tidak bisa closing. Uang setoran tidak bergerak, upah tidak tercatat. |
| Bentuk interaksi | Buka browser, login, isi form beberapa kolom. | Bot bertanya, MO tap satu tombol. Sama persis dengan Telegram sekarang. |
| Siapa yang memulai | MO harus ingat sendiri. | Tablet yang mengingatkan saat jam tutup. |
| Mengetik | Beberapa kolom setiap hari. | Tidak ada, kecuali kalau mau menulis catatan. |
Lima momen, berdampingan
Yang sengaja tidak diubah
- Wording bot. Semua kalimat bot dipakai apa adanya, termasuk tujuh pesan error foto. Nada santai tidak diformalkan.
- Urutan dan gerbangnya. Cek order berjalan, rekap, catatan, gerbang KlikIt sepuluh kali, tiga kesempatan foto, force-accept di percobaan ketiga.
- Rumus dan output. Upah 12,5%, floor Rp 100.000, piutang, Settlement Sheet, Sheet Upah Harian. Semua tetap dihitung server.
- Identitas adalah outlet. Bukan orang. Sama seperti nomor WA outlet sekarang, hanya medianya berganti jadi tablet yang diaktivasi sekali.
Seberapa besar pekerjaannya
Backend sudah punya lapisan channel. Telegram dan WhatsApp ditambahkan tanpa mengubah orchestrator, dan endpoint Playground pada dasarnya sudah berupa JSON API untuk client custom. Android menjadi channel keempat. Yang benar-benar baru ada tiga: aktivasi tablet, push notification, dan halaman kode aktivasi di dashboard admin. App Android-nya sendiri satu layar chat dan empat jenis kartu.
Yang perlu dikonfirmasi ke CRK
- Tiap outlet punya tablet Android yang bisa dipasangi app ini, kemungkinan tablet KlikIt POS.
- Tablet punya akun Google supaya bisa install dari Play Store. Kalau tidak, pilot memakai APK dengan pendampingan.
- Jam tutup tiap outlet di master data sudah lengkap, karena notifikasi dan window closing bergantung padanya.
- Jeda pengingat 60 menit setelah tutup masih draft dan bisa disesuaikan.